yang penuh luka itu
sebelum subuhmu merajang laknat
penuh sayatan berbilah-bilah
tak berjumlah
ada yang tertinggal di seprei
sehelai rambut jadi kawat api
sama tak padamnya seumpama birahi
membakar sangkar di ranting
musim dingin
lalu kupanggil seorang penyair
mengendap lewat
jendela
menyulam sajak dari kawat api
aku bersumpah jika tubuhku tak lagi gairah
setelah kusuruh bibirmu yang lain
membaca sajak
sajakku yang gelap dan licin
seperti lubang mulut itu
sajak yang asin
maka dua tubuh yang bersijajar
dan si penyair, tentu saja
serupa maling
*2006
14.10.06
Share This To :
Recent Posts
Menengok Blog Yang Udah Lumutan
12 February 2018fahmi amrulloh0Kehidupan
01 March 2013fahmi amrulloh0NUNG (15)
24 April 2010fahmi amrulloh1NUNG ( 11 )
09 December 2008fahmi amrulloh10
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment